Β
"Banyak negara yang mengurangi ekspornya, yaitu untuk mempertahankan stok," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Darmawan, di acara diskusi di Cafe Daun, Jakarta, Sabtu (2/2/2008).
Menurut Thomas, gejala ini merupakan kesempatan bagi Industri makanan dan minuman untuk memanfaatkan peluang bisa menembus pasar ekspor lebih luas lagi.
Tapi ia juga mengharapkan untuk tahun ini para produsen akan tetap memprioritaskan produk makanan dan minuman untuk kebutuhan di dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu nilai ekspor produk makanan olahan Indonesia mampu mencapai US$ 2 miliar. Sedangkan tahun ini Gapmmi menargetkan akan terjadi pertumbuhan ekspor mencapai 10% atau diharapkan mampu menembus US$ 2,3 miliar.
Selama ini beberapa produk makanan olahan yang menjadi andalan Indonesia diantaranya jenis makanan olahan kalengan seperti buah kemasan kaleng, sayur kaleng, teh, kopi. Β
"Hampir semua produk ini tidak terlalu mengalami gangguan gejolak harga," imbuhnya.
Menurut Thomas, beberapa negara yang paling potensial bisa dipenetrasi lebih luas lagi diantaranya adalah negara-negara di Timur Tengah dan beberapa negara di benua hitam. (hen/ir)











































