Pada tahun 2007, seri S-Class berhasil menjual sebanyak 222 unit, atau tumbuh 118% dari tahun 2006 yang sebesar 102 unit. Pertumbuhan tersebut didorong oleh diluncurkannya produk S 350 L pada Juli 2007.
"Sebenarnya, S 350 L merupakan varian dari seri S 300 L yang telah diluncurkan sebelumnya. Tujuan diluncurkan varian tersebut, untuk memperkuat posisi S-Class ditengah munculnya kompetitor-kompetitor baru di kelasnya, seperti Lexus pada 2007 lalu," ujar Deputy Director Marketing PT Mercedes Benz Indonesia, Yuniadi H Hartono, usai test drive di Hotel Intercontinnental, Jimbaran, Bali, Sabtu (2/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walaupun S 350 L baru terjual sekitar 50 unit, namun adanya produk tersebut memperkuat posisi S-Class, karena kita jadi memiliki dua seri yaitu, S 300 L dan S 350 L. Saya kira itu cukup berpengaruh pada pertumbuhan tersebut," ungkap Hartono.
Sementara seri C-Class, pada tahun 2007 mencetak pertumbuhan angka penjualan sebesar 144% dibanding tahun sebelumnya. Pada 2006, C-Class terjual 355 unit, atau setara dengan 49% pangsa pasar di kelasnya.
Pada 2007, C-Class terjual 865 unit, atau setara dengan pangsa pasar 57% di kelasnya. Artinya, penjualan C-Class di 2007 meningkat 8% pada pangsa pasar di kelasnya.
"Peningkatan tersebut didorong oleh adanya proyek Taxi Silverbird sebesar 300 unit
C-Class," ungkap Hartono.
Lain seri, lain pula nasibnya. Seri E-Class, pangsa pasarnya pada 2007 tergerus sebanyak 3%. Di kelasnya, seri E-Class menguasai pangsa pasar sebesar 73% pada 2006.
Namun, pada 2007 pangsa pasarnya turun menjadi 70%, sementara BMW di kelas yang sama pangsa pasarnya tumbuh 3% di 2007, yaitu dari 19% pada 2006 menjadi 22% pada 2007.
"Memang kalau dilihat dari pangsa pasarnya, kita mengalami penurunan 3%. Tapi kalau dari penjualan, seri E-Class tetap unggul di kelasnya," jelas Hartono.
Pada tahun 2006, E-Class terjual 468 unit. Sementara pada 2007, E-Class terjual 683 unit, atau tumbuh sebesar 46%.
"Sebenarnya begini, pangsa pasar E-Class dari tahun 2003-2005 itu berkisar 60%. Namun pada 2006, pangsa pasarnya melejit jadi 73%. Itu hal yang tidak kita sangka. Jadi saya pikir kalau pada tahun 2007 kita tetap bisa pertahankan di 70% sudah bagus," ujar Hartono.
(dro/ir)











































