Hal itu terlihat dalam FITUR, sebuah Expo Wisata Internasional yang diadakan di Madrid yang diselenggarakan selama 5 hari mulai dair 30 Januari hingga 3 Februari 2008. Dalam ekspo tersebut, Anjungan Indonesia mendapat perhatian yang cukup besar,
Para pengunjung bisa menyaksikan aksi langsung Hendra yang merupakan pengrajin batik dari APIP Kerajinan Batik Indonesia.
Menurut siaran pers dari KBRI Madrid, Senin (4/2/2008), kekaguman pengunjung yang datang silih berganti ke anjungan Indonesia diungkapkan, ketika motif batik yang terlihat rumit dapat diselesaikan, dengan memadu warna dan garis-garis patron yang dapat dicanting dengan baik. Pengunjung diajak pula cara mencanting yang terlihat mudah namun memerlukan kesabaran dan ketelitian.
Hendra Kuswara diundang secara khusus oleh KBRI Madrid mendemokan pembuatan batik di anjungan Indonesia pada FITUR, dengan harapan batik Indonesia yang sudah mulai dikenal dalam dunia fashion akan semakin digemari warga Spanyol.
Dalam promosi Batik, selain tampil di FITUR, KBRI juga menggelar pameran dan demo membatik di sebuah mall terbesar di kota Madrid, tgl 4-5 Pebruari. Pengrajin Batik Hendra Kuswara juga akan mengadakan lawatan demo membatik ke Portugal bekerjasama dengan KBRI Lisabon-Portugal.
Anjungan Indonesia dalam Expo pariwisata terbesar kedua sedunia, setelah ITB di Berlin tersebut, diisi sepuluh biro perjalanan, pengelola objek wisata dan hotel yang sebagian besar berasal dari Bali, termasuk dua biro perjalanan wisata Spanyol yang mempromosikan Indonesia.
Selama berlangsungnya FITUR, selain praktik pembuatan desain batik, pada anjungan Indonesia, ditampilkan pula tari-tarian, pemijatan dan spa ala Bali dan suguhan kopi hangat Indonesia. Anjungan Indonesia setiap hari Expo, ramai dikunjungi dan diliput oleh media setempat khususnya Televisi Spanyol.
(qom/ir)











































