Target itu melampaui target APBN 2008 yang sebesar 1,034 juta bph. Juga lebih tinggi dari rencana revisi pemerintah sebesar 910 ribu bph.
Kepala BP Migas Kardaya Warnika menjelaskan, angka itu merupakan rencana para perusahaan minyak yang beroperasi di Indonesia yang sudah disetujui BP Migas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan penyumbang produksi minyak terbesar masih disandang Chevron dari lapangannya di Sumatera sebesar 414.000 bph. Ditambah lapangan Chevron di Kalimantan sebesar 26.000 bph.
Disusul Pertamina sebesar 145.000 bph. Target Pertamina ini berbeda dengan yang disebutkan Direktur Hulu Pertamina Sukusen Soemarinda sebesar 180.000 bph.
"Itu kan kata Direktur Hulu, kita kan deal dengan Dirut Pertamina EP," katanya.
Lalu ada ConocoPhilips dengan produksi sebesar 40.000 bph, CNOOC sebesar 42.000 bph, Medco di Sumatera sebesar 38.000 bph, Total E&P sebesar 30.000 bph, BP ONWJ sebesar 30.000, dan PetroChina Jabung sebesar 11.000 bph.
Selain itu masih ada beberapa perusahaan lain. Cepu tidak dihitung karena baru berproduksi di akhir tahun, sehingga angka rata-rata per tahunnya sangat kecil.
Sementara total produksi kondensat tahun ini mencapai 121.000 bph. Yang terbesar adalah Total E&P dengan produksi kondensat sebesar 64.000 bph, ExxonMobil sebesar
6.000 bph, ConocoPhilips sebesar 10.000 bph, PetroChina Jabung sebesar 9.000 bph.
Sedangkan dari eksplorasi tahun lalu ditemukan tambahan cadangan minyak 363 juta barel dan cadangan gas 2,86 TCF.
"Tapi ini baru penemuan, belum angka engeneering," kata Kardaya. (lih/ir)











































