Pemerintah akan Selidiki Dugaan Penyelundupan CPO

Pemerintah akan Selidiki Dugaan Penyelundupan CPO

- detikFinance
Senin, 04 Feb 2008 13:35 WIB
Jakarta - Pencapaian produksi CPO (minyak sawit mentah) tahun 2007 meningkat signifikan namun pencapaian ekspor CPO justru menurun.

Penurunan pencapaian ekspor ini diduga karena ada penyelundupan CPO, akibat penetapan pengutan ekspor (PE) yang tinggi bagi produk CPO.

"Logikanya kalau PE tinggi sudah dipastikan akan ada peluang penyelundupan, bukan?" kata Menteri Pertanian Anton Apriyantono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu diungkapkan Anton dalam seminar on palm oil product development, quality and spo requirement. Improving  competitiveness of Indonesia palm oil industry in global market, Jakarta, Senin (4/2/2008).

Dasar kecurigaan itu dapat dilihat dari data  produksi  CPO dalam negeri pada tahun 2006 yang mencapai 16,4 juta ton CPO, total ekspor yang dilakukan mencapai 12,1 juta
ton.

Sedangkan total produksi CPO tahun 2007 lalu yang mencapai 17,2 juta ton ternyata jumlah ekspor justru mengalami penurunan yaitu hanya mencapai 11 juta ton.

"Produksi naik, tapi ternyata ekspor turun. Inikan aneh," ujarnya.

Untuk itu pemerintah sedang menyelidiki gejala penurunan ekspor tersebut apakah terkait dengan penyelundupan CPO atau dampak yang lain.

"Pemerintah sedang selidiki hal ini, saya tidak mau bicara soal yang belum pasti," tuturnya.

Anton memperkirakan tahun ini produksi CPO RI akan mengalami pertumbuhan sehingga pertumbuhan ekspor pun akan terjadi.

Namun ia menggaris bawahi pertumbuhan ekspor CPO harus diutamakan CPO yang berbasis industri hilir. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads