Angka-angka baru itu disajikan pemerintah di depan komisi XI DPR, pada rapat kerja, Senin (4/2/2008).
Defisit misalnya, jika di depan Panitia Anggaran angka defisit membengkak menjadi Rp 89,1 triliun atau 2,1 persen terhadap PDB, di depan Komisi XI, angka itu menurun menjadi Rp 87,3 triliun atau 2 persen dari PDB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Entah apa alasan perbedaan penyajian angka ini, namun pembahasan percepatan APBN-P ini akan segera dibahas dengan DPR pada pertengahan Februari ini.
Berikut angka baru yang diajukan pemerintah.
Pendapatan Negara (dengan langkah pengamanan) Rp 823,3 triliun atau selisih Rp 42 triliun dari APBN 2008 awal. Belanja negara Rp 910,6 triliun selisih Rp 56 triliun dari APBN awal.
A. Pendapatan Negara : Rp 823,3 triliun
B. Belanja Negara Rp 910,6 triliun terdiri antara lain
belanja pemerintah pusat Rp 626 triliun, subsidi BBM Rp 102,1 triliun, subsidi listrik Rp 42,6 triliun, subsidi pangan program stabilasisi harga Rp 19,8 triliun, belanja kementerian lembaga Rp 274,8 triliun, transfer ke daerah Rp 284,6 triliun
C. Defisit anggaran Rp 87,3 triliun atau 2,0 persen PDB
D. Pembiayaan defisit dari pembiayaan dalam negeri Rp 108,4 triliun dan pinjaman luar negeri (-) Rp 21,2 triliun.
(ddn/ir)











































