Hal itu berdasarkan hasil survei HSBC terhadap 2.736 UKM di 9 negara Asia-Pasifik, yang hasilnya disampaikan dalam paparan di Wisma Metropolitan II, Jl. Jend Sudirman, Jakarta, Selasa (5/2/2008).
"Hasil survei yang dilakukan HSBC pusat mengemukakan bahwa sekitar 73% UKM masih optimis dalam memandang perkembangan ekonomi Indonesia di 2008," ujar Head Commercial Banking HSBC Indonesia, Khuresh Faizullabhay.
Berdasarkan data HSBC, rinciannya sebagai berikut: 35% berpendapat perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih cepat, sementara 38% menyatakan pertumbuhan ekonomi akan sama dengan tahun sebelumnya. Sisanya sebanyak 27%, menyatakan perekonomian Indonesia berpotensi mengalami pertumbuhan negatif.
"Secara umum, di kawasan emerging market seperti Indonesia, China, India, Vietnam, dan Taiwan, rata-rata UKM menyatakan masih berpandangan optimistis. Lain halnya, dengan negara-negara mapan seperti, Singapura, Hongkong, dan sebagainya, kebanyakan kurang memiliki pandangan optimis terhadap potensi ekonomi mereka di 2008," jelas Khuresh.
Hasil survei juga mengemukakan bahwa 81% UKM di Indonesia berencana untuk melakukan ekspansi di tahun 2008 ini.
"Sekitar 40% berencana meningkatkan ekspansi dalam 6 bulan kedepan, sementara 41% mempertahankan tingkat ekspansi sama dengan tahun sebelumnya," ujar Khuresh.
"Saya pikir, kenapa UKM di emerging market masih optimis, karena mereka melihat potensi pertumbuhan ekonomi yang nyata. Alasannya tentu saja karena mereka melihat membanjirnya Foreign direct invesment ke emerging market, termasuk Indonesia," tutur Khuresh.
Saat ini HSBC Indonesia memiliki sekitar 60 ribu nasabah UKM, tersebar di Jawa dan Sumatera.
"Tahun ini kita optimis bisa meningkatkan jumlah nasabah hingga double digit. Kita belum bisa umumkan angkanya, tapi definitely hing double digit," ujar Khuresh.
(dro/qom)











































