34 BUMN Diajukan ke DPR untuk Program Privatisasi

34 BUMN Diajukan ke DPR untuk Program Privatisasi

- detikFinance
Rabu, 06 Feb 2008 08:41 WIB
Jakarta - Komite Privatisasi akhirnya merestui 34 BUMN masuk program privatisasi yang akan diajukan ke DPR. Selain itu juga ada 10 BUMN yang merupakan carry over (limpahan) program privatisasi tahun 2007.  

Keputusan Komite Privatisasi itu tertuang dalam surat keputusan Nomor KEP-04/.EKON/01/2008 tanggal 31 Januari 2008 tentang arahan atas program tahunan privatisasi perseroan tahun 2008. Isinya mengenai hasil kajian BUMN yang akan diprivatisasi pada tahun 2008.

"Di samping itu ada 10 BUMN yang merupakan carry over program privatisasi tahun 2007 yang akan diajukan lagi di 2008 antara lain Garuda Indonesia, Merpati Nusantara dan Industri Gelas," tutur Menneg BUMN Sofyan Djalil dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa malam (5/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun 34 BUMN yang murni masuk dalam program privatisasi 2008 adalah:

  • PT Asuransi Jasa Indonesia metode melalui IPO dengan maksimal 30 persen saham baru yang akan dilepas.
  • PT Bahtera Adiguna akan dilepas 100 persen kepemilikan pemerintah melalui strategic sales.
  • PT Bank Tabungan Negara dengan 2 opsi IPO maksimal 30 persen saham baru atau strategic sales kepada bank BUMN maksimal 99,9 persen sahamnya.
  • PT Barata Indonesia yang akan melalui strategis sales dengan menjual maksimal 100 persen saham pemerintah.
  • PT Djakarta Lloyd melalui strategic sales dengan menjual maksimal 49 persen saham pemerintah.
  • PT Dok & Perkapalan Surabaya melalui strategic sales dengan menjual maksimal 100 persen saham pemerintah.
  • PT Industri Kapal Indonesia melalui strategic sales dengan menjual maksimal 100 persen saham pemerintah.
  • PT Industri Kereta Api (Inka) melalui strategic sales dengan menjual maksimal 49 persen saham pemerintah.
  • PT Industri Sandang melalui strategic sales dengan menjual maksimal 100 persen saham pemerintah.
  • PT INTI melalui strategic sales dengan maksimal menjual 51 persen saham pemerintah.
  • PT Kertas Kraft Aceh melalui strategic sales dengan maksimal menjual 51 persen saham pemerintah.
  • PT Krakatau Steel dengan 2 opsi yaitu IPO maksimal 40 persen saham baru atau strategic sales dengan maksimal melepas 20 persen saham pemerintah.
  • PT Pengerukan Indonesia melalui strategic sales dengan menjual maksimal 100 persen saham pemerintah.
  • PTPN III melalui metode IPO dengan maksimal 40 persen saham yang dilepas yang terdiri dari 30 persen saham baru dan 10 persen divestasi.
  • PTPN IV melalui metode IPO dengan maksimal 40 persen saham yang dilepas yang terdiri dari 30 persen saham baru dan 10 persen divestasi.
  • PTPN VII melalui metode IPO dengan maksimal 40 persen saham yang dilepas yang terdiri dari 30 persen saham baru dan 10 persen divestasi.
  • PT Semen Baturaja ada 2 opsi IPO atau strategic sales dengan melepas 35 persen saham baru.
  • PT Sarana Karya melalui strategic sales dengan menjual maksimal 100 persen saham pemerintah.
  • PT Virama Karya melalui strategic sales dengan menjual maksimal 100 persen saham pemerintah.
  • PT Waskita Karua melalui metode IPO dengan melepas maksimal 35 persen saham baru.
  • PT Yodya Karua melalui strategic sales dengan menjual maksimal 100 persen saham pemerintah.
  • PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari melalui strategic sales dengan menjual maksimal 49 persen saham pemerintah.
  • PT Sucofindo ada 2 opsi IPO atau strategic sales dengan melepas maksimal 30 persen saham baru.
  • PT Kawasan Berikat Nusantara melalui strategic sales dengan menjual maksimal 70 persen saham pemerintah.
  • PT Surveyor Indonesia melalui IPO dengan melepas maksimal 30 persen saham baru.
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) melalui block sales (private placement) dengan menjual 4,24 persen sisa green shoe dan tambahan 15,76 persen divestasi saham pemerintah.
  • PT Semen Kupang melalui strategic sales dengan menjual maksimal 38,48 persen saham pemerintah.
  • PT Kawasan Industri Medan melalui strategic sales dengan menjual seluruh saham pemerintah yang berjumlah 60 persen.
  • PT Kawasan Industri Makasar melalui strategic sales dengan menjual seluruh saham pemerintah yang berjumlah 60 persen.
  • PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma melalui strategic sales dengan menjual seluruh saham pemerintah yang berjumlah 60 persen.
  • PT Adhi Karya melalui right issue maksimal 30 persen.
  • PT Pembangunan Perumahan melalui IPo maksimal 30 persen.
  • PT SIER melalui strategic sales dengan menjual seluruh saham pemerintah yang berjumlah 50 persen.
  • Rekayasa Industri, pemerintah akan mendivestasikan sahamnya yang berjumlah 4,97 persen kepada Pusri yang nantinya akan dilakukan IPO oleh Pusri.
(dnl/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads