Demikian disampaikan Amril Arif, Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI dalam siaran pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (6/2/2008).
Seperti diketahui, BPS mencatat inflasi Januari sebesar 1,77% atau secara tahunan mencapai 7,36%, seiring lonjakan harga komoditas pangan. Padahal dalam target inflasi yang ditetapkan pemerintah dan BI adalah 5% plus minus 1% untuk tahun 2008, 4,5% plus minus 1% untuk tahun 2009 dan 4% plus minus1% pada 2010.
"Dewan Gubernur memandang bahwa perekonomian ke depan akan menghadapi berbagai faktor risiko dan tantangan khususnya dalam pencapaian target inflasi," jelas Gubernur BI Burhanuddin Abdullah.
Namun menurut Burhanuddin,Β dengan berbagai langkah yang telah ditempuh ditambah aspek koordinasi yang kuat antara Pemerintah dan BI, dampak eksternal tersebut diharapkan dapat segera diminimalkan.
"Sehingga inflasi 2008 dapat dibawa pada tren yang menurun dan berada pada kisaran 6,0-6,5%," ujarnya.
Salah satu langkah Pemerintah yang diharapkan dapat meminimalkan dampak tersebut adalah program stabilisasi harga yang telah dikeluarkan beberapa waktu lalu.
"Untuk dapat mencapai target inflasi yang telah ditentukan, kiranya perlu tetap menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan melalui koordinasi yang baik antara Pemerintah dan Bank Indonesia, agar capaian inflasi selama 2 tahun terakhir yang telah tercapai sesuai target dapat pula diwujudkan di tahun 2008", tambah Burhanuddin.
Β
Menyikapi berbagai tantangan dan faktor risiko tersebut, lanjut Burhanuddin, BI juga akan tetap melaksanakan kebijakan moneter secara terukur dan hati-hati dengan terus mencermati berbagai dinamika perekonomian.
BI melalui kebijakan moneternya akan terus diarahkan untuk menciptakan stabilitas makroekonomi guna mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi melalui penerapan Inflation Targeting Framework (ITF) secara konsisten.
"BI juga akan terus melanjutkan program konsolidasi untuk mewujudkan perbankan yang sehat, kuat dan kompetitif.Β Disamping itu, upaya meningkatkan fungsi intermediasi perbankan terus dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan bagi dunia usaha secara efektif," pungkasnya.
(qom/ir)











































