Hal ini sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam perkembangan teknologi industri TV
analog yang mulai berkembang ke format TV digital.
Demikian disampaikan oleh Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT)
Budi Darmadi dalam acara dengar pendapat Direktorat Jenderal IATT Departemen
Perindustrian (Depperin) dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (6/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
lagi industri ini termasuk dalam industri pionir," ujar Budi.
Usulan ini merupakan bagian dalam revisi PP No 1 tahun 2007 mengenai insentif bagi
industri bagi industri tertentu atau di wilayah tertentu.
Menurut Budi, dengan adanya insentif ini produsen TV diarahkan untuk pengembangan OLED sehingga para produsen TV luar negeri bisa berinvestasi di indonesia.
"Investasi mereka bisa masuk dengan memperbarui teknologi mereka," ucapnya.
Budi menjelaskan saat ini teknologi OLED masih dalam tahap uji coba di dunia, sehingga
harga yang ditawarkan masih cukup tinggi. Terutama bila dibandingkan dengan TV
plasma atau bahkan TV analog.
"Pada dasarnya OLED ini adalah teknologi lanjutan dari TV plasma," paparnya.
(hen/arn)











































