"Kita sudah berbuat maksimal, kita bergerak secara integrasi di hulu dan hilir. Di hulu misalkan kilang, di hilir dengan pemasaran dan niaga. Selain itu juga ada sektor penjunjang, kinerjanya kan beda-beda," katanya disela-sela listing Elnusa di gedung BEI, Jakarta, Rabu (6/2/2008).
Namun ia menyadari penilaian kinerja tetap ditangan komisaris dan pemegang saham. Tapi Ari menyatakan, komisaris dan pemegang saham juga perlu mempertimbangkan prospek para direksi sekarang jika tetap dipertahankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang pasti, semua perubahan yang terjadi diharapkan dapat memperbaharui Pertamina agar tidak lagi dipandang seperti dulu dimana Pertamina dianggap ladang permainan pejabat-pejabat.
"Kita nggak ingin dinilai seperti masa lalu, banyak permainan lah katanya. Partner kita pun sekarang kan banyak yang besar-besar. Mereka pun menuntut profesionalisme," tambahnya.
Pemerintah sebagai pemilik 100 persen saham Pertamina berniat melengserkan beberapa direksi Pertamina. Kabar ini sudah lama berhembus, namun ternyata tidak diagendakan dalam RUPS Pertamina baru-baru ini.
Namun niat merombak direksi Pertamina ternyata tak surut. Menneg BUMN Sofyan Djalil pun menyatakan tetap bisa memberhentikan direksi Pertamina meski hanya dengan selembar surat sakti.
(lih/qom)











































