Program Subsidi Mampu Menopang 500 Ribu Ton Kedelai

Program Subsidi Mampu Menopang 500 Ribu Ton Kedelai

- detikFinance
Rabu, 06 Feb 2008 17:46 WIB
Jakarta - Program subsidi kedelai bagi pengusaha tahu tempe yang disiapkan senilai Rp 500 miliar diperkirakan mampu mensubsidi sebanyak 500 ribu ton kedelai. Dari jumlah itu diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan kedelai hingga enam bulan.
 
Demikian dikatakan oleh Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Departemen Perindustrian (Depperin) Fauzi Aziz disela acara dengar pendapat Ditjen IKM dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (6/2/2008).
 
"Kebutuhan untuk IKM tahun tempe rumah tangga untuk kedelai mencapai 5 kwintal per hari sedangkan untuk skala besar menghabiskan 10 hingga 15 kwintal kedelai per hari," kata Fauzi.
 
Dengan demikian program subsidi bagi IKM tahu tempe yang dikenakan Rp 1.000 per kilo bisa berjalan selama enam bulan kedepan.
 
Menanggapi sejauh mana program ini akan berlanjut, Fauzi menegaskan bahwa program ini lebih diprioritaskan pada sejauh mana harga sudah bisa normal. "Kalau harga sudah normal maka kita hentikan program ini," paparnya.
 
Menurut Fauzi harga patokan untuk ukuran harga normal yaitu antara Rp 5 ribu hingga Rp 6 ribu per kilogram. Ia mengakui harga patokan setiap daerah tentunya akan berbeda.

"Seperti di Jawa Timur harga normal ancar-ancar-nya Rp 6.800 hingga Rp 6.900 per kilogram," imbuhnya.
 
Rencananya penyaluran subsidi ini akan memakai sistem kupon yang akan dibantu oleh dua bank yaitu BRI dan Bukopin.

"Kalau sebelum enam bulan harga sudah normal maka akan distop, uang akan kembalikan ke kas negara. Setiap daerah kuponnya berbeda-beda sehingga tidak bisa dipalsukan atau dipindah tangankan," ujarnya.
 
Sekarang ini, Depperin sedang memikirkan cara untuk mengatasi kemampuan para IKM untuk membeli kedelai dalam jumlah tertentu berdasarkan besaran kupon yang harus dibeli. "Mengingat perputaran uang disektor IKM tidak sebagus di skala yang lebih besar," serunya.
 
Selama ini jumlah IKM tahu tempe tersebar diberbagai daerah terutama untuk daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Yogyakarta.
 

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads