Â
Demikian dikatakan oleh Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Departemen Perindustrian (Depperin) Fauzi Aziz disela acara dengar pendapat Ditjen IKM dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (6/2/2008).
Â
"Secara keseluruhan program pembinaan IKM tidak akan terlalu terganggu, namun kita harus menyesuaikan kembali khususnya untuk program-program prioritas," katanya.
Tahun ini Ditjen IKM hanya mengelola dana kelolaan sebesar Rp 320 miliar dari dana yang direncanakan sebelumnya sebesar Rp 424 miliar.
Â
Khusus untuk pengembangan IKM di daerah tahun 2008 Depperin menganggarkan dana untuk kabupaten kota sebanyak 80 kabupaten sebesar Rp 58 miliar. Sedangkan untuk dana tingkat provinsi Rp 54 miliar.
Â
Sedangkan untuk program baru seperti one village one product (OVOP) yaitu program satu desa satu produk yang baru diluncurkan tahun ini, akan tetap digulirkan. Khusus untuk daerah yang memiliki sentra industri.
Â
"Khusus untuk ovop kita prioritaskan bagi pemda yang sungguh-sungguh menjalankan program ini dan memiliki produk unggulan, sebab kalau tidak dananya bisa mubajir, " paparnya.
Â
"Program yang penting-penting seperti pengembangan penguatan unit pelayanan terpadu (UPT) IKM, ini kita tetap amankan juga," imbuh Fauzi.
Â
Selain itu juga, ia yakin bahwa pengembangan IKM tidak akan terganggu mengingat sektor pengembangan IKM ditopang oleh banyak instansi seperti pemda, Kementerian UKM dan Koperasi dan lain-lain. (hen/qom)











































