"Presiden akan menandatangani paket tersebut minggu depan," ujar juru bicara Gedung Putih Cynthia Bergman seperti dikutip AFP, Jumat (8/2/2008).
Namun Bergman tidak menyebutkan kapan pastinya paket kebijakan yang mirip bantuan langsung tunai (BLT) pemerintah Indonesia itu akan ditandatangani Bush.
Paket kebijakan Bush itu diyakini akan mencegah negara adidaya itu menuju perlambatan pertumbuhan ekonomi atau resesi. "Kebijakan ini akan merangsang pengeluaran konsumsi dan mempercepat investasi bisnis," ujar Bush sebelumnya.
Sekitar 10 juta warga Amerika akan memperoleh cek pemotongan pajak pada beberapa bulan mendatang setelah stimulus fiskal Bush disetujui.
Menkeu AS Henry Paulson menyambut baik langkah Kongres AS menyetujui paket kebijakan itu. "Paket pembayaran ke individu dan insentif bagi kalangan bisnis ini akan mendukung perekonomian kami," ujar Paulson.
(ddn/ir)










































