Kesalahan Informasi Lembaga Pemeringkat Picu Krisis

Kesalahan Informasi Lembaga Pemeringkat Picu Krisis

- detikFinance
Jumat, 08 Feb 2008 15:02 WIB
Jakarta - Krisis di pasar keuangan dunia yang dipicu kredit perumahan di AS ditengarai karena adanya kesalahan informasi yang beredar di pasar.

"Kenapa bisa ada krisis padahal makronya bagus, berarti kan ada informasi yang fail. Di negara maju growth-nya tinggi kok krisis. Jadi selama ini yang mendeteksi risiko siapa,
instansi yang mendeteksi ya internal korporasinya sendiri, ada harusnya internal risk
management
di luar itu harusnya lembaga-lembaga pemeringkat," kataΒ  Menkeu Sri Mulyani di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (8/2/2008).

Menkeu melanjutkan, lembaga pemeringkat masih terus menyebutkan neraca perusahaan bagus, sehat, tapi ternyata akumulasi risiko ternyata jauh lebih besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi orang sudah mulai pertanyakan failure dari rating agency ini. Sama seperti Enron failure dari auditor untuk mendeteksi ini, akan ada koreksi terhadap how," kata Menkeu.

Pada dasarnya, ungkap Menkeu, sistem market mechanism itu berdasarkan perfect information. "Kalau informasinya tidak perfect, tidak akurat maka decision dan tingkah lakunya akan salah. Nah ini kalau kesalahannya accumulated berarti ada informasi yang secara sistemik tidak akurat terus menerus. Nah ini cara perbaikinya gimana, selalu ada plus minus, akibat seperti itu kita akan bikin seminar di depkeu," tutur Menkeu.

Menkeu juga menilai, krisis di pasar keuangan dunia akibat kredit perumahan di AS harus disikapi negara-negara maju untuk lebih mengkoordinasikan kebijakan di bidang ekonomi.

"Nah ini yang harus dibahas dalam G7 pertemuan-pertemuan di antara Menkeu dan negara-negara besar itu sangat penting utk ciptakan ruang, bagi terjadinya koordinasi policy," ujarnya.

Mekanisme untuk membuat aksi secara bersama lanjut Menkeu tidak ada. "Dulu yang dibayangkan ada semacam IMF yang bisa lakukan prescription untuk AS, China, dan Eropa. Tapi kalau IMF ngomong sudah berkali-kali tapi tetap saja negara itu menjalankan policy sesuai dengan their own domestik policy priority-nya. Sehingga yang disebut langkah komprehensif bersama-sama antar negara itu yang sekarang lacking atau tidak ada," ujarnya.

Para menteri keuangan negara G7 akan melakukan pertemuan di Tokyo, Sabtu 9 Februari. Salah satu agenda yang dibahas adalah bagaimana mengatasi krisis sistem keuangan yang diakibatkan dari krisis kredit di AS.
(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads