Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Depdag Ardiansyah Parman, di Gedung Depdag, Jumat (8/2/2008).
"Ternyata hasil survei lalu hampir 84% ada di rumah petani pada masa paceklik," kata Ardiansyah.
Menurut Ardiansyah, besarnya tingkat konsumsi beras tersebut disebabkan oleh besarnya jumlah petani khususnya untuk konsumsi para petani apalagi pada masa paceklik.
"Seluruh stok beras yang ada di masyarakat, yang ada di pedagang hanya 7% hingga 8% beredar pada setiap saat," ujarnya.
Selebihnya berada di tingkat konsumsi rumah tangga biasa non petani. Menurutnya hasil survei ini akan berubah terus atau tidak akan tetap. Hal ini sesuai dengan kondisi panen atau paceklik di masyarakat tingkat petani pada masa hasil survei.
Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya penambahan program subsidi beras raskin, dampaknya cukup berpengaruh terhadap stok beras yang berputar di masyarakat. "Adanya penambahan jatah beras dari 10 kilo menjadi 15 kilo, paling tidak mempengaruhi pasar sebesar 10%," paparnya.
Selama Depdag sudah melakukan tiga kali survey yaitu pada masa panen dan masa paceklik sejak tahun lalu. "Kita ingin tahu bagaimana tingkat distribusi beras ditingkat petani, terutama pada masa paceklik," imbuhnya.
(hen/ddn)










































