Demikian disampaikan oleh Ketua DPR Agung Laksono dalam Seminar Sehari 40 Tahun Fraksi Partai Golkar DPR RI yang bertema "Mencegah Krisis dan Menjamin Ketahanan Pangan" di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2008).
"Kita lihat kenaikkan komoditas kedelai yang terjadi menjadi isu nasional yang serius karena dampaknya cukup besar, petani enggan menanam kedelai karena kecenderungan impor yang menyebabkan harga tidak bersaing," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita impor 1,3 juta ton kedelai per tahun atau memenuhi 60 persen kebutuhan kedelai nasional. produksi kedelai lokal menurun dapat dilihat dari turunnya luas lahan kedelai menjadi 456 ribu hektar saja di 2007," ungkapnya.
"Ironisnya di negara tetangga petaninya semangat untuk menanam kedelai dan gandum, bahkan beberapa negara memberikan subsidi ekspor kepada petaninya," tambahnya.
Menurut Agung, dengan adanya perlindungan negara kepada petani, maka para petani akan bersemangat untuk meningkatkan produktivitasnya.
"Kita tahu harga komoditas global juga mengalami peningkatan, kita seharusnya bisa memanfaatkan ini," katanya.
(dnl/arn)











































