Keyakinan itu dibuat para ekonomi Gedung Putih dan dituangkan dalam laporan tahunan 'Economic Report of The President', sebagaimana dikutip dari AFP, Selasa (12/2/2008).
"Pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa berlanjut di tahun 2008. Banyak para analis pasar menyatakan perekonomian akan melambat selama semester I-2008, namun diikuti oleh pertumbuhan yang menguat pada semester II tahun ini," demikian laporan tersebut.
Laporan itu juga menyebutkan, pertumbuhan PDB AS akan tetap mencapai 2,7% di tahun 2008 atau tak berbeda jauh dengan asumsi serupa di tahun 2007. Pertumbuhan diharapkan meningkat jadi 3% di tahun 2009.
"Perekonomian kami secara struktural berlangsung untuk jangka panjang dan kami berhubungan dengan ketidakpastian dalam jangka pendek," ujar Presiden AS George Walker Bush seperti dikutip dari BBC.
Namun laporan itu tetap memberikan peringatan bahwa masalah di sektor perumahan dan krisis kredit dapat menghambat perekonomian.
"Kontraksi di pasar sekunder untuk beberapa surat berharga hipotek dan sejumlah hapus buku beberapa institusi finansial adalah risiko baru yang bisa memperlambat," demikian laporan tersebut.
Proyeksi para ekonomi Gedung Putih itu sangat kontras dengan perkiraan para ekonom swasta, yang justru percaya perekonomian AS semakin mendekati resesi. Laporan itu juga dinilai terlalu optimistis.
Dalam data yang dirilis sebelumnya, pertumbuhan ekonomi AS anjlok tajam pada triwulan keempat tahun 2007, menyusul krisis kredit. Menurut data dari Departemen Perdagangan AS, perekonomian hanya tumbuh 0,6% selama Oktober-Desember 2007. Dalam periode sebelumnya, perekonomian tumbuh 4,9%.
Perlambatan itu terjadi karena anjloknya aktivitas pembangunan yang turun hingga 16,9%, yang merupakan penurunan tertajam dalam 25 tahun terakhir.
(qom/ir)











































