Departemen Pertanian memandang hebohnya tren tanaman Anthurium selama tahun 2007 tidak sehat.
Sejak tahun 2007, harga Anthurium melejit gila-gilaan. Bibit Anthurium bisa dijual antara Rp 30.000-50.000 per tanaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, tren Anthurium mulai meredup. Bahkan ada yang menyarankan agar menjual anthurium dengan harga rugi untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Istilah kerennya adalah cut loss.
Hal ini disebabkan munculnya tren jenis tanaman baru yang mengalahkan indahnya tanaman tanpa bunga itu.
"Cara-cara trensetter mendadak seperti Anthurium itu tidak positif apalagi bagi industri jangka panjang," ungkap Dirjen Hortikultura Departemen Pertanian (Deptan), Ahmad Dimyati dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta, Selasa (12/2/2008).
Untuk itu, kata Ahmad, pemerintah akan mendorong pengembangan tanaman-tanaman yang bakal mendominasi pasar dalam jangka panjang.
Langkah ini menurut Ahmad diambil agar tidak terjadi booming sesaat, dan mengakibatkan kerugian bagi para pedagang tanaman.
"Salah satunya jenis tanaman Puring akan dibudidayakan jangka panjang,"jelasnya.
(arn/qom)











































