Industri Baja Lokal Kurang Menarik

Industri Baja Lokal Kurang Menarik

- detikFinance
Selasa, 12 Feb 2008 14:25 WIB
Cilegon - Industri baja hulu dalam negeri masih tergantung dengan bahan baku impor. Sehingga sangat tergantung pada kondisi pasar baja dunia, terutama terkait melonjaknya harga baja dunia yang terjadi sekarang ini.

Demikian disampaikan oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris pada saat acara
peresmian ground breaking ekspansi BlueScop di kawasan Industri Cilegon Banten,
Selasa (12/2/2008).

"Hal ini berakibat kurangnya daya saing industri baja nasional dibanding dengan
industri baja negara lain," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa bahan baku industri sektor baja hulu yang masih dimpor diantaranya slab,
billet, pellet dan lain-lain.

Selain itu Fahmi  mengaku bahwa teknologi industri baja di dalam negeri sudah
tertinggal dibanding dengan teknologi negara-negara lain terutama penggunaan energi
yang besar. "Industri baja dalam negeri juga masih terkendala pasokan energi terutama gas," ujarnya.

Untuk itu menurutnya industri baja akan didorong menjadi salah sektor industri yang
diprioritaskan untuk tumbuh. "Bahwa industri baja merupakan industri strategis dan
menjadi tulang punggung bagi pengembagan industri suatu bangsa," harapnya.

Ia menilai bahwa Industri baja merupakan penghasil produk baja untuk memenuhi
kebutuhan industri manufaktur sebagai penunjang utama pendukung sektor konstruksi
dan infrastruktur.

Hingga kini kapasitas produksi industri baja dalam negeri mencapai 6,5 juta ton per tahun dengan tingkat utilisasi mencapai rata-rata 60,5%. Menurutnya selama empat tahun terakhir industri baja mengalami kenaikan pertumbuhan 3,13%.

Sementara itu perkembangan ekspor baja dalam negeri selama empat tahun mengalami
kenaikan dari US$ 882,6 juta pada 2004 menjadi US$ 1,8 miliar pada tahun 2007.

(hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads