Perusahaan Pembiayaan Bisa Tumbuh 20%

Perusahaan Pembiayaan Bisa Tumbuh 20%

- detikFinance
Selasa, 12 Feb 2008 14:45 WIB
Jakarta - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memprediksi pembiayaan di Indonesia akan meningkat 20 persen pada 2008 atau mencapai Rp 140 triliun.

Tapi dengan catatan, Indonesia bisa bertahan dari terpaan subprime mortage dan
fluktuasi harga minyak.

Demikian disampaikan Ketua Umum APPI Wiwie Kurnia menjelaskannya dalam konferensi pers di kantor APPI, Plaza Sentral, Jakarta, Selasa (12/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemungkinan akan didorong dari penjualan motor, mobil dan alat berat," katanya.

Proyeksi ini naik dari perkiraan pencapaian 2007 yang mencapai Rp 117,3 triliun atau naik sekitar 26,4 persen dari 2006 yang sekitar Rp 92,8 triliun.

Meski begitu, target 2007 ini meleset dari target yang sebesar Rp 130 triliun. "Jadi hanya tercapai 90 persen, meleset 10 persen," katanya.

Sementara total aset perusahaan pembiayaan pada 2007 mencapai Rp 126,4 triliun yang naik 16,1 persen dari 2006 yang sebesar RP 108,9 triliun.

NPL

APPI menargetkan rasio kredit macet tahun ini bisa ditekan hingga di bawah 3 persen.
"Sekarang ini NPL sekitar 3 persen. Hingga akhir 2008 kita harapkan tidak lebih dari 3 persen," kata Wiwie.

Rasio ini lebih rendah dari target NPL perbankan yang sekitar 5 persen. Penurunan NPL ini memungkinkan karena perusahaan pembiayaan pun kerap memperbaiki sistem
kontrol dan cadangannya.

NPL sangat terkait dengan tingkat inflasi. Untuk mengaturnya inflasi yang tinggi harus dibarengi dengan buying power yang memadai.

Namun untuk inflasi sebesar 1,77 persen pada bulan Januari dinilai masih managable
bagi perusahaan pembiayaan. "Selama inflasinya tidak naik signifikan, risiko masih tetap sama," katanya.

APPI juga berharap tidak terjadi perubahan tingkat bunga SBI yang drastis sehingga
bisa berdampak signifikan terhadap bisnis pembiayaan. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads