posisi saat ini yang sebesar 85 persen.
Penyertaan modal asing menguasai hampir seluruh porsi binis ini bisa mendorong
kemampuan perusahaan pembiayaan untuk terus melakukan pembiayaan.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Wiwie Kurnia, penyertaan modal lokal masih bisa berperan karena lahan bisnis ini masih sangat luas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Indonesia tidak perlu khawatir terkana badai subprime mortgage
karena karakteristik pembiayaan Indonesia berbeda dengan AS.
Pembiayaan di Indonesia didominasi oleh pembiayaan untuk kendaraan bermotor, bukan
perumahan seperti di AS.
Sekretaris pendidikan dan pelatihan APPI Sigit Sembodo menjelaskan, perbedaan
karakteristik itu membuat tingkat risiko yang ditanggung pemberi kredit lebih rendah.
"Membiayai kredit motor itu risikonya tersebar. Misalkan satu rumah sama dengan 25
motor. Maka risiko satu rumah dalam kasus di AS tersebar di 25 motor," katanya.
(lih/ir)











































