Program Konversi Elpiji Dipercepat

Program Konversi Elpiji Dipercepat

- detikFinance
Rabu, 13 Feb 2008 12:35 WIB
Jakarta - Pemerintah berencana mempercepat penyelesaian program konversi minyak tanah ke elpiji dari 2010 menjadi 2009. Pertamina pun berencana menaikkan target penarikan minyak tanah dari semula 2 juta kilo liter jadi 3 juta kilo liter.
 
"Kalau bisa malah 3,5 juta KL," kata Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya dalam orientasi wartawan di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (13/2/2008).
 
Menurut Hanung, saat ini masih ada sekitar 43 juta KK yang akan dikonversi.  Jika pada tahun ini hanya 15 juta KK yang diselesaikan, maka beban 2009 yang harus dikonversi mencapai sekitar 27 juta KK.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah menambah porsi konversi tahun ini dari 12,5 juta kepala keluarga (KK) menjadi 15 juta KK. Akibatnya, kebutuhan tabung meningkat jadi 30 juta tabung, dan kompor menjadi 15 juta unit.
 
Untuk pengadaan tabung, pemerintah akan mengusahakannya dengan menggerakkan empat BUMN untuk juga memproduksi tabung. Rencananya tahun ini mereka bisa berproduksi dan akan terus meningkat pada 2009 menjadi 50 juta tabung.
 
Sementara untuk kebutuhan elpiji, Pertamina memperkirakan akan mengimpor minimal 400 ribu matrik ton dan maksimal 800 ribu matrik ton. Tergantung tingkat keberhasilan konversi. Makin berhasil konversi, impor makin banyak.
 
Hanung menjelaskan, pasokan elpiji berasal dari produksi Pertamina sebesar 900 ribu matrik ton dan dari KPS berpotensi sebesar 800 ribu matrik ton. SIsanya harus diimpor.
 
"Yang dari KPS kan belum pasti, masih nego. Tapi kita juga akan beli dengan harga internasional kok," katanya. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads