Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam siaran pers usai rakortas di depdag Rabu (13/2/2008) mengatakan, target ekspor tahun 2008 itu sudah memperhitungkan adanya proyeksi penurunan permintaan pasar akibat resesi ekonomi di AS.
Tiga negara yakni Uni Eropa, Jepang dan AS tetap menjadi tiga negara tujuan ekspor khususnya ekspor non migas tahun 2008 meski mengalami kecenderungan menurun. Pasar ekspor Indonesia akan diarahkan ke pasar non tradisional seperti China dan Timur Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kunjungan kerja ke depdag itu Presiden didampingi Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Polhuk HAM Widodo AS, Menlu Hasan Wirajuda, Mentan Anton Apriantono, Menhut MS Kaban, Menperin Fahmi Idris, Menneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menhub Jusman Syafii Jamal, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mensesneg Hatta Rajasa dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.
Menurut SBY, kontribusi ekspor selama tahun 2007 tetap tinggi. Selama 2007 ekspor non migas tumbuh 15,5% dan migas tumbuh 4%. Itu setara dengan 47% terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Jadi tugas pemerintah sekarang untuk menjaga kontinuitas itu, mengingat dunia yang kurang bersahabat di 2008 karena resesi di sejumlah negara," ujar SBY.
Presiden meminta adanya sinkronisasi kebijakan antara departemen teknis terkait seperti depdag, depperin, ESDM, dan pertanian agar barang-barang yang diekspor semakin kompetitif. (ir/qom)











































