"Tapi tergantung harga, hari ini di bawah US$ 1.100, jadi PE tetap 10 persen. Tahun
lalu memang turun volumenya tapi harganya tinggi jadi tetap naik ekspornya," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pengestu di Kantornya, Jakarta, Rabu malam (13/2/2008
Selain CPO, ekspor produk-produk manufaktur diperkirakan akan mengalami penurunan di tahun 2008. Hal ini disebabkan karena negara tujuan ekspor produk ini adalah negara yang pertumbuhan ekonominya mengalami guncangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi dikatakan Mari meskipun diperkirakan akan ada penurunan ekspor untuk beberapa produk dan komoditas tadi, ekspor untuk komoditas tambang dan produk berbasis sumber daya alam masih akan baik di tahun ini.
"Bahkan pulp and paper, marketnya masih baik karena di Asia pun permintaannya masih akan tetap tinggi. Tapi harga, yang tidak kita ketahui adalah fluktuasi dari harga komoditi tahun ini yang proyeksinya sangat sulit untuk dibuat," paparnya.
Untuk menghadapi perkiraan penurunan ekspor di beberapa produk dan komoditi pemerintah akan mengupayakan pengalihan pasar ekspor ke negara-negara di Asia.
"Karena negara seperti Cina, Korea dan India pertumbuhannya masih 4-5 persen, bahkan Cina masih prediksinya 9 persen, jadi kita cari market yang masih mengalami pertumbuhan, tapi tentu kita tidak bisa prediksi dampak dari resesi AS terhadap negara-negara ini. Tapi negara-negara yang oil boom seperti Rusia dan Timur Tengah harusnya masih mengalami pertumbuhan yang bagus," urainya.
(dnl/ir)











































