Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Departemen Perindustrian (Depperin) Fauzi Aziz saat dihubungi detikFinance, Kamis (14/2/2008).
"Kalau memang harga kedelai sudah menembus harga wajar ditingkat produsen, ya kita akan mencoba duduk bersama kembali dengan Inkopti (Induk koperasi tahu tempe), apakah mereka masih butuh subsidi? Berdasarkan pertemuan di DPR lalu mereka menginginkan harga kedelai berkisar Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kilo," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengakui bahwa sekarang ini harga kedelai mulai luruh diberbagai daerah. Kemungkinan ini akan berlanjut menyusul adanya panen di beberapa negara Amerika Latin seperti Brazil.
"Baru saja pihak dinas perdagangan Jawa Timur SMS saya bahwa harga kedelai di Surabaya sudah mencapai Rp 6.300 digudang importir, saya kira bisa capai Rp 6.500 ditangan produsen, walaupun di berbagai daerah berbeda-beda," imbuhnya.
Walaupun begitu pihaknya akan tetap melaksanakan tahap-tahapan prosedur pemberian subsidi kedelai yang sekarang ini sudah sampai tahap pembahasan SOP. "Hari kita akan rapatkan mengenai prosedur standar SOP pemberian subsidi kedelai," tuturnya.
"Pada dasarnya program subsidi kedelai itu ibarat sebagai bantalan saja, jadi pada prinsipnya pemerintah menganggap subsidi diperlukan apabila harga dianggap sudah melampau kewajaran," katanya.
Mengenai harga wajar, ia menegaskan harga kedelai akan sulit ditempatkan pada harga sebelum terjadi gejolak harga. "Tapi yang jelas kalau memang menginginkan kembali pada harga Rp 3.000-an itu sudah enggak mungkin," ucapnya. (hen/ir)











































