Berdasarkan hasil survei BI yang dikutip detikFinance, Kamis (14/2/2008), penurunan IKK tersebut disebabkan karena makin pesimisnya Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini sebesar 4,9 poin dan juga berkurangnya optimisme konsumen terhadap Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 4,2 poin.
Menurunnya IKK tersebut disebabkan oleh penurunan seluruh komponen IKK. Optimisme terhadap penghasilan juga turun sebesar 1,5 poin, sementara ekspektasi penghasilan juga turun 0,7 poin.
Dari 18 kota yang disurvei, kota Manado menunjukkan IKK tertinggi sebesar 125,6, sedangkan IKK terendah di kota Surabaya sebesar 79,5.
Sementara Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) pada Januari 2008 juga turun sebesar 4,9 poin dibandingkan Desember 2007 lalu dengan indeks 86,0. Penurunan terjadi pada seluruh komponen IKE yaitu menurunnya pesimisme konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja sebesar 8,4 poin dan ketepatan waktu pembelian barang tahan lama sebesar 4,7 poin. Juga diikuti oleh optimisme yang menurun terhadap penghasilan saat ini sebesar 1,5 poin.
Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) selama Januari 2008 juga turun 4,2 poin. Optimisme yang menurun itu terjadi pada seluruh komponen IEK, yaitu ekspektasi penghasilan dan ekspektasi ekonomi masing-masing turun 0,7 poin dan 9,6 poin. Diikuti pula oleh semakin pesimismenya konsumen terhadap ekspektasi ketersediaan lapangan kerja sebesar 2,5 poin.
Namun demikian, konsumen masih optimistis terhadap ekspektasi penghasilan mereka pada 6 bulan mendatang meski angkanya turun 0,7 poin dibandingkan bulan lalu, yang tercermin pada indeks Januari sebesar 129,7.
Faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya penghasilan ini menurut responden diperkirakan karena omzet usaha akan menurun dan akan berhenti bekerja atau berusaha.
(qom/ir)











































