Β
"Kita harapkan terutama SPBU yang di kota besar bisa tersertifikasi " kata VP Komunikasi Pertamina Wisnuntoro disela-sela orientasi wartawan di depo Plumpang, Jakarta, Rabu (13/2/2008).
Β
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal sebelumnya menyatakan, Pertamina tak segan-segan menaikkan marjin bagi SPBU yang berhasil mendapatkan sertifikat Pasti Pas berturut-turut.
Β
"Tapi yang tidak dapat sertifikat marjinnya kita turunkan. Biar mati saja daripada merusak citra Pertamina," katanya.
Β
Sertifikasi SPBU merupakan bagian dari penataan ulang mekanisme di sektor pemasaran dan niaganya.
Β
Faisal menambahkan, Pertamina juga menekan biaya distribusi. Jika di RKAP 2007 biaya distribusi ditargetkan sekitar 2,3 persen dari total revenue, realisasinya dibawah 2 persen (unaudited).
Β
Selain itu, untuk mengurangi supir-supir truk angkut BBM yang nakal, mereka mendapatkan pendapatan pasti.
Β
"Kita sadar, selama ini mereka nakal karena pendapatannya kecil dan tidak jelas," jelasnya.
Β
Selama ini, menurut Faisal, pendapatan para supir truk itu hanya Rp 400-600 ribu. Dan kini diperbaiki menjadi Rp 2 juta.
Β
Selain itu, Pertamina meremajakan truk-truk BBM-nya dengan memperbanyak mobil aluminium yang hanya bisa dibuka di SPBU tujuannya.
Β
Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menjelaskan, Pertamina menargetkan bisa melakukan penghematan sebesar Rp 2,7 triliun dalam 3 tahun.
Β
"Jadi sekitar 15-20 persen dari biaya operasional kita yang Rp 12 triliun," jelasnya. (lih/qom)











































