Seperti diketahui, setelah negosiasi pemerintah dan ExxonMobil kandas, Pertamina mendapat angin segar untuk mengelola lapangan dengan cadangan gas raksasa tersebut.
"Kita sekarang sudah lihat-lihat, mungkin nanti akan beauty contest. Kita cari yang paling 'cantik'" kata Wakil Dirut Pertamina Iin Arifin Takhyan disela-sela orientasi wartawan, di depo Plumpang, Jakarta, Kamis (13/2/2008).
Seperti sebelumnya, Iin menyebut beberapa perusahaan migas kelas kakap yang bisa digandeng seperti StatOil, Shell, BP dan ExxonMobil.
Ini berarti, ExxonMobil masih punya kemungkinan untuk kembali mengelola Natuna meski kontraknya sudah diputus pemerintah.
"Pokoknya kita cari yang memadai secara dana dan teknologi," tambahnya.
Saat ini Pertamina memiliki 26 persen kepemilikan saham dalam pengembangan Natuna. Namun menurut Iin, pemerintah menjanjikan porsi yang lebih besar dari itu.
Namun berapa kemampuan Pertamina, menurut Iin hal itu masih dikaji. Yang pasti, Pertamina ingin mengajukan kepemilikan sebesar 51 persen.
Seperti diketahui, kebutuhan dana untuk pengembangan Natuna membengkak. Untuk merealisasikan pengembangan itu, Pertamina juga akan mengundang pihak luar untuk menanamkan modal.
"Biasanya kan dana internal 30 persen. Tapi kita lihat nanti kemampuan kita berapa," jelasnya. (lih/qom)











































