Demikian disampaikan oleh Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Achmad Faisal, di Gedung Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (14/2/2008).
"Biar saja, karena tabung LPG 12 kg milik kita yang beredar disana ternyata kita rugi kok," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau harga LPG bukan subsidi itu Rp 7500 per kilogram, sedangkan selama ini kita biasa jual Rp 4.550 per kilogram," katanya.
"Yang penting mereka membayar bea masuk, beda lagi kalau mereka tidak membayar bea masuk itu lain cerita," tambahnya.
Namun ia memperkirakan harga LPG yang dijual oleh Malaysia tidak akan berada di bawah harga pasar.
"Itu kan pasar, selama masyarakat menghendaki itu tidak masalah. Jadi tidak menyalahi aturan, karena untuk tabung yang 12 kg itu kan tidak disubsidi jadi pasar bebas saja," tuturnya.
Faisal mengaku tidak tahu menahu kapan tabung Petronas tersebut beredar di Indonesia.
"Saya tidak tahu sejak kapan, saya juga tahunya dari koran," pungkasnya. (hen/arn)










































