Pihak pemerintah dalam pertemuan tersebut meminta agar PT NNT tetap fokus pada surat default yang telah dikeluarkan oleh pemerintah agar NNT melaksanakan proses divestasi hingga tanggal 22 bulan Februari 2008.
Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Minerbapabum Simon Sembiring dalam pembicaraan telepon setelah pertemuan antara Direktur Jenderal Minerbapabum dengan NNT di gedung Minerbapabum, Kamis (14/2/2008).
"Pertemuan hari ini tidak menghasilkan apa-apa. Kami minta mereka konsentrasi saja agar Newmont melaksanakan kewajibannya. Kalau ada usulan pembicaraan lain di luar kesepakatan awal sesuai isi kontrak dari mereka saya tidak akan mau," katanya dengan tegas.
"Surat default saya sudah bergulir, tidak bisa dicabut. Surat itu juga sudah sampai ke Kejaksaan Agung," katanya.
Menurutnya pihak Newmont masih keberatan terhadap tenggat waktu yang diberikan oleh pemerintah. "Pihak Amerika juga katakan, kalau dalam tempo 11 hari itu susah dilaksanakan. Saya bilang, tiga jam pun bisa," serunya.
Simon menekankan bahwa yang terpenting sekarang ini adalah adanya agreement antara NNT dengan ketiga pemda, yaitu pen jualan saham 3% ke pihak Kabupaten Sumbawa, 7% ke Kabupaten Sumbawa Barat dan Nusa Tenggara Barat.
"Kalau memang susah bertemu, saya fasilitasi pertemuan NNT terhadap ketiga Pemda, bila perlu besok," katanya.
Ketika ditanya kemungkinan pihak NNT akan mengajukan ke arbitrase internasional, Simon menantang langkah tersebut. "Kalau memang seperti kita hadapi saja," kata Simon dengan lantang.
(hen/qom)










































