Ekonomi Loyo, Impor AS Melambat

Ekonomi Loyo, Impor AS Melambat

- detikFinance
Jumat, 15 Feb 2008 13:45 WIB
Jakarta - Impor Amerika Serikat diprediksi melambat selama kuartal pertama 2008, sebagai dampak perlambatan ekonomi di negara tersebut. Perlambatan ini diyakini bakal berlanjut menjadi resesi.

"Forecast kita, impor AS di kuartal I 2008 akan 0%, dan minus 0,6% di kuartal II, kemudian naik sedikit menjadi minus 0,5% di kuartal III, dan kembali 0% di kuartal IV 2008," papar Director Country Economist Citi Indonesia, Anton Gunawan, dalam diskusi "Kapan Resesi AS Jadi Kenyataan?" di gedung BEI, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Jumat (15/2/2008).

Menurut Anton, kondisi tersebut harus dapat diantisipasi Indonesia. Dengan cara mengalihkan tujuan ekspor atau memperkuat produktivitas dalam negeri sebagai antisipasi menurunnya pendapatan dari ekspor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Negara-negara yang memiliki ekspor cukup besar ke AS harus memikirkan dua opsi
tersebut. Depdag saya lihat sudah menuju ke peralihan tujuan ekspor. Tapi yang harus dipikirkan juga adalah memperkuat produktivitas dalam negeri, terutama pangan," ujar Anton.

Untuk meningkatkan produktivitas tersebut, perlu diperkuat kualitas di sektor pekerja.

"Pada Agustus 2007, angka kemiskinan di Indonesia sebesar 10%, dan sekarang
kira-kira 9,1%. Namun penurunan tersebut tidak diikuti peningkatan kualitas sektor tenaga kerja, karena pertumbuhan sektor tenaga kerja lebih banyak di sektor informal," jelas Anton.

Anton berharap adanya berbagai perbaikan agar Indonesia dapat meningkatkan
produktivitas.

Sementara di sektor pasar finansial, Anton memprediksi rupiah akan tetap bergerak ke arah Rp 9.300 per dolar AS .

"Terutama didorong masih tingginya permintaan minyak. Kalau IHSG, baru akan stabil di 2.700-an sekitar Maret. Faktor utamanya adalah di akhir kuartal I akan banyak laporan-laporan keuangan yang dikeluarkan perusahaan-perusahaan. Itu akan mendorong confident pelaku pasar finansial," ujar Anton.

(dro/arn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads