Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono, penghematan dilakukan dengan menekan pemakaian listrik sebesar 20 persen dibanding rata-rata nasional 2007.
Jika pelanggan yang bisa menekan pemakaian listriknya di bawah batas 80 persen itu, pelanggan akan mendapatkan insentif tarif listrik berupa pengurangan beban pada bulan berikutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maret kita berlakukan. Kita harap pelanggan bisa berhemat secara nasional 20% dari pemakaian energi listrik 2007. Tiap golongan ada data pemakaiannya. Kita ingin 2008 bisa dihemat 20% dari 2007," katanya usai bertemu Menteri ESDM di departemen ESDM, Jakarta, Jumat (15/2/2008).
Jadi setiap golongan pelanggan listrik akan dihitung rata-rata nasional pada 2007. Dari perhitungan itu, akan ditetapkan batas pemakaian listrik sebesar 80 persen dari rata-rata tersebut.
Namun program ini tidak akan berlaku untuk industri dan bisnis besar karena sudah ikut program Dayamax.
"Program ini untuk rumah tangga, kantor pemerintah, bisnis kecil dan kantor swasta," katanya.
Menurutnya program ini akan menguntungkan masyarakat yang biasa berhemat dalam pemakaian listriknya seperti petani yang seharian di sawah.
"Mereka kan seharian di sawah, jadi pemakaiannya sangat hemat. Jadi dapat insentif. Yang boros ya dapat disinsentif," katanya.
Dengan penghematan pemakaian listrik ini, artinya mengurangi beban puncak yang harus dilayani PLN. Sehingga PLN pun bisa mengurangi pemakaian BBM yang buntutnya berdampak pada penghematan biaya BBM.
"Kalau pelanggan berhemat, PLN untung karena bisa menghemat BBM. Penghematan PLN ini besar sekali, bisa sampai Rp 15 triliun dalam 2008," jelasnya.
Program ini akan diterapkan secara serentak di seluruh Indonesia. Dengan berhasilnya program ini, maka target penjualan listrik PLN tahun diharapkan tidak lebih tinggi dari tahun lalu.
"Jadi PLN tetap bisa menambah pelanggan dengan mengisi penurunan 20 persen tadi," katanya.
Selain program ini, penghematan juga dilakukan dengan pembagian 51 juta lampu hemat energi. Total penghematan dari program ini mencapai Rp 1,52 triliun. Setelah dikurangi biaya LHE, penghematan bersihnya Rp 600 miliar.
Kedua, program ini merupakan cara untuk menekan subsidi listrik di APBN. Dari kebutuhan yang mencapai Rp 65 triliun, subsidi listrik hanya dialokasikan sebesar Rp 55 triliun.
"Jadi selisihnya ya diisi dengan penghematan itu," ujarnya. (lih/ir)











































