Pasar juga prihatin terhadap peringatan suram dari Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke yang memprediksi adanya masa perlambatan ekonomi AS ke depan dan 'laparnya' kebutuhan energi di AS.
Di pasar New York, pada perdagangan Jumat (15/2/2008), kontrak minyak mentah jenis light sweet untuk antaran bulan Maret 2008 naik 92 sen menjadi US$ 96,38 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tren harga minyak yang naik akan terus berlanjut hingga Maret. Pasar takut akan terjadi gangguan suplai," kata Kevin Norrish, analis dari Barclays Capital seperti dilansir dari AFP, Sabtu (16/2/2008).
Harga minyak merayap pada pekan ini sejak Presiden Venezuela Hugo Chavez mengancam akan menghentikan pengiriman minyak ke AS.
Ancaman Chaves ini muncul setelah pemerintah berencana melakukan nasionalisasi minyak milik Exxon di Venezuela namun ditolak Exxon.
Sementara di Nigeria kerusuhan yang terus-menerus terjadi membangkitkan kembali kecemasan pelaku pasar karena akan mengganggu poduksi minyak mentah dari negara tersebut. Ketidakstabilan di Nigeria ini terjadi sejak triwulan IV-2007. (ir/ir)











































