Greenspan : Ekonomi AS Diambang Resesi

Greenspan : Ekonomi AS Diambang Resesi

- detikFinance
Sabtu, 16 Feb 2008 12:08 WIB
Houston, - Mantan Gubernur Bank Sentral AS, Alan Greenspan mengatakan ekonomi AS saat ini diambang resesi pertama yang akan terjadi dalam enam tahun sejak jatuhnya nilai perumahan yang memperburuk tingkat belanja konsumen.

"Kita sangat jelas berada diambang itu," kata Greenspan saat berbicara di depan para eksekutif di industri energi dalam acara the Cambridge Energy Research Associates' 27th annual CERAWeek conference di Houston, seperti dilansir dari Xinhua, Sabtu (16/2/2008).

Sebelumnya pada bulan Januari begawan ekonomi ini mengatakan peluang resesi ekonomi AS 50 persen atau lebih dari itu.Greenspan tahun lalu melihat satu banding tiga peluang AS mengalami resesi yang terlihat dari melambatnya pertumbuhan ekonomi.  Greenspan menjadi satu-satunya ahli ekonomi yang memperingatkan akan ancaman risiko krisis tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini perusahaan-perusahaan di Wall Street seperti Merrill Lynch & Co dan Goldman Sachs Group Inc juga akhirnya ikut memprediksi penciutan ekonomi akibat terjadinya kekacauan sektor perumahan yang terjadi dalam seperempat abad terakhir.

Gubernur Bank Sentral AS Ben S. Bernanke yang merupakan pengganti dari Greenspan, juga mengakui adanya risiko yang buruk itu. Bernanke berulang kali mengatakan bank sentral akan menyiapkan sejumlah langkah yang dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi.  

"Bisnis di Amerika dalam posisi yang sangat baik baik sebelum masalah ini menjadi memanas. Tapi kini sebaliknya kita berbicara tentang seberapa dalam dan lama. Karena kita tidak pernah berada dalam posisi ini sebelumnya," urai Greesnpan.

Greenspan menilai, masalah jaminan kredit perumahan yang kurang tidak dijadikan masalah besar oleh pelaku binis di Amerika yang merupakan awal mula krisis.

Kini banyak konsumen yang hanya mampu melakukan sedikit belanja setelah jatuhnya nilai rumah dan sebagai pemilik rumah mereka hanya memiliki sedikit modal untuk melakukan pinjaman lagi.

"Harga rumah akan terus melemah," kata ekonom berusia 81 tahun ini. "Ketika gelembung (ekonomi) pecah, kamu akan memulai ketakutan itu," imbuhnya.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads