Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT PLN Eddie Widiono disela-sela acara peluncuran buku Eddie Widiono di Bawah Pusaran Media di Hotel Four Seasons, Jakarta, Sabtu malam (16/2/2008).
"Sosialisasi dalam program disinsentif dan insentif, bagi kami sangat perlu dilakukan maka akan kami lakukan," janjinya.
Menurutnya sosialisasi harus dilakukan agar konsumen PLN lebih siap mengantisipasi program ini. Ia juga mengharapkan dengan adanya program ini nantinya masyarakat terbiasa melakukan penghematan listrik.
Hingga kini pihak PLN belum melakukan sosialisasi karena pemerintah belum secara resmi menerapkan kebijakan ini. Disamping itu juga pemerintah belum memerintahkan PLN untuk lakukan disinsentif atau insentif bagi pelanggan.
Lalu mengenai kemungkinan program ini akan diundur karena belum ada sosialisasi ke masyarakat, sedangkan rencanya waktu pelaksanaannya sudah mendekati bulan Maret. Ia menyatakan kalau hal tersebut bukan wewenangnya. Namun ia menekankan bahwa sebelum digulirkannya program tersebut, PLN pasti akan melakukan sosialisasi. "Saya tidak berkuasa memutuskan untuk diundur atau tidak, itu bukan wewenang kami," ujarnya. Eddie menilai program disinsentif dan insentif listrik bagi para pelanggan listrik rumah tangga maupun perkantoran harus menjadi gerakan nasional. Sehingga dengan demikian upaya PLN menutupi kekurangan subsidi yang mencapai Rp 10 pada tahun ini bisa tercapai.
"Kita diminta untuk menurunkan subsidi sebesar Rp 10 triliun, untuk mendapatkan penghematan tersebut caranya dengan disinsentif dan insentif. Makanya kalau ingin mencapai sebesar itu harus menjadi gerakan nasional. Kalau cuma Rp 10 miliar saja sih bisa saja dengan gerakan PLN saja," ujarnya.
Â
Ia menilai bahwa program disinsentif dan insentif bagi pelanggan listrik bukan merupakan program yang relatif baru karena program sejenis yakni program dayamax yang ditujukan bagi pelanggan listrik kalangan industri sudah dilaksanakan.
Â
Namun, katanya untuk program yang disasar bagi rumah tangga khususnya, masih hal baru. Ia akui untuk menjalankan hal ini tidak mudah namun ia yakin dengan sistem disinsentif dan insentif tarif bagi pelanggan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat luas agar lebih berhemat listrik dan menghargai listrik.
Â
Tahun ini PLN menghitung subsidi listrik yang akan dikeluarkan mencapai Rp 65 triliun sedangkan dana APBN yang disiapkan oleh pemerintah mencapai Rp 55 triliun saja. (hen/ddn)











































