Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT PLN Eddie Widiono disela-sela acara peluncuran buku Eddie Widiono di Bawah Pusaran Media di Hotel Four Seasons, Jakarta, Sabtu Malam (16/2/2008).
"Kita yakin listrik prabayar sebagai solusi untuk menyambung pelanggan baru dalam jumlah yang besar," katanya dengan optimis.
Langkah ini menurutnya bagian dari upaya PLN untuk menerangkan 100% masyarakat Indonesia pada tahun 2020
"Kalau kita mengacu pada visi PLN yaitu 75:100 untuk mencapai sasaran 100% pada tahun 2020 kita harus mampu menghubungkan 3,5 juta pelanggan per tahun," katanya.
Untuk memuluskan pencapaian 3,5 juta pelanggan per tahun maka menurutnya diperlukan metode yang lebih sederhana untuk menyambungkan pelanggan baru. Salah satunya dengan metode listrik prabayar.
"Sistem prabayar memungkinkan memberikan kemudahan dalam penyambungan bagi pelanggan baru," kata Eddie.
Sebelumnya pada pertengahan Januari lalu sistem listrik prabayar diluncurkan di kota Bandung dengan sasaran 1.000 pelanggan baru, yang selanjutnya akan diarahkan ke pelanggan baru di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Sistem prabayar memakai sistem voucher yang bisa dibeli di Bank Bukopin dengan harga mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 500.000.
"Penggunaan listrik prabayar inikan baru pilot project, kalau berhasil akan kita kembangkan terus," harapnya.
Ia mengakui setelah satu bulan pertama diluncurkan, sistem listrik prabayar belum bisa diambil kesimpulan sejauh mana animo masyarakat terhadap tawaran jaringan listrik baru ini. "Masih terlalu dini dan prematur menyimpulkan minat masyarakat terhadap listrik prabayar kita tunggu saja nanti," ujarnya.
(hen/ddn)










































