Sim Salabim...Lumpur Lapindo pun Jadi Keramik Cantik

Sim Salabim...Lumpur Lapindo pun Jadi Keramik Cantik

- detikFinance
Senin, 18 Feb 2008 09:09 WIB
Sim Salabim...Lumpur Lapindo pun Jadi Keramik Cantik
Jakarta - Sudah banyak yang mencoba mengambil manfaat dari lumpur Lapindo, namun tak kunjung sukses. Rupanya, di tangan seorang lulusan kimia Universitas Diponegoro bernama Roy, formula yang tepat mengolah lumpur Lapindo untuk dijadikan ladang usaha bisa berhasil.

"Awalnya ikut-ikutan coba-coba. Setelah menghabiskan waktu 5 bulan dan dana sekitar Rp 10 juta, akhirnya formula itu saya temukan," ujar pemilik toko Sigar Bencah Keramik, Roy, dalam pameran bertajuk "Gelar Karya PKBL BUMN", di JCC, Gelora Bung Karno, Jakarta pekan lalu.Roy telah memulai usaha keramik sejak tahun 2005. Namun baru di awal 2007, ia terinspirasi untuk mengolah lumpur Lapindo menjadi bahan pembuatan keramik.

"Kira-kira bulan Mei 2007, formulanya saya temukan. Jadi lumpur kering Lapindo, saya keluarkan kandungan sulfurnya, kemudian dicampur dengan pasir kwarsa, tanah liat dan felspar, jadilah bahan keramik yang saya perlukan," tutur Roy.

Dari proses pengambilan lumpur Lapindo di Sidoarjo, yang kemudian dibawa ke Semarang untuk diolah, kira-kira membutuhkan waktu 2 minggu hingga menjadi keramik siap pesan.

"Kalau lumpurnya saya ambil gratis, malah disuruh ambil sebanyak-banyaknya. Jadi biaya yang saya keluarkan hanya untuk transportasi dari Lapindo ke Semarang, dan modal kerja saja. Per bulannya kira-kira saya keluar Rp 5 juta untuk keramik dari lumpur Lapindo," ungkap Roy.

Sebulan, Roy mengambil sekitar 1 setengah ton lumpur. Jumlah segitu bisa menghasilkan sekitar 500 produk keramik setiap bulannya.

"Omzetnya Rp 15 juta per bulan. Tapi saya hanya memproduksi keramik Lapindo berdasarkan pesanan, karena tenaga kerjanya belum memadai. Pesanan saja masih banyak yang saya tolak, karena belum bisa produksi banyak," ungkap Roy.

Melalui program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL), Roy memperoleh pinjaman dari PT Taspen sebesar Rp 15 juta di 2007 lalu.

"Pinjaman tersebut cukup membantu. Tapi kalau untuk buka toko saya belum ada rencana kesana. Saat ini saya konsentrasi mengadakan workshop dan sentra keramik di Semarang. Kalau buka toko kendalanya saya harus menambah biaya operasional lagi," ujar Roy.

Namun Roy tidak menutup diri terhadap kemungkinan adanya investor yang tertarik mengembangkan usahanya.

"Kalau ada yang mau investasi ya saya pasti setuju. Nilai investasi untuk buka satu toko mungkin sekitar Rp 20-25 juta tanpa tempat usaha," jelas Roy.

Mau investasi disini?

Hubungi:
Roy, Email: roy_wap@yahoo.com
Sigar Bencah Keramik
Bukit Kencana Jaya Blok CN No 5
Semarang. (dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads