Pertumbuhan minus ini disebabkan oleh melonjaknya harga minyak dan energi lainnya pada tahun lalu.
Demikian disampaikan oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris dalam rapat kerja dengan komisi VI DPR RI, Senin (18/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan enam sektor lainnya mengalami pertumbuhan positif yaitu industri alat angkut, mesin dan peralatan yang tumbuh 9,73%, industri kertas barang cetakan tumbuh 5,79%, industri kimia, pupuk dan barang karet 5,69%, industri makanan minuman dan tembakau tumbuh 5,05%, industri semen dan barang galian bukan logam tumbuh 3,40%, industri logam dasar, besi dan baja tumbuh 1,69%
Tahun ini, Departemen Perindustrian menargetkan pertumbuhan industri 7,43% yang akan mengandalkan pertumbuhan tertinggi pada cabang industri angkut, mesin dan peralatan yang ditargetkan bisa tumbuh 9,6%. Harapan pertumbuhan industri terendah dari industri barang kayu dan hasil hutan yang hanya 1% saja.
Tahun lalu industri non migas mengalami pertumbuhan 5,15%. Pencapaian ini masih jauh dari target rencana pemangunan jangka menengah nasional (RPJMN) untuk industri 2004-2009 rata-rata yang ditargetkan mencapai 8,56%.
Sedangkan pada tahun 2006 sedikit lebih tinggi yaitu 5,27% dan tahun 2005 mencapai 5,86%.
(hen/arn)











































