Raker Distop Mendadak, Menteri ESDM Dilarang Bicara ke Pers

Raker Distop Mendadak, Menteri ESDM Dilarang Bicara ke Pers

- detikFinance
Senin, 18 Feb 2008 14:24 WIB
Jakarta - Rapat kerja Departemen ESDM dengan Komisi VII membahas berbagai isu penting seperti pembatasan listrik dan BBM, Lapindo, Newmont, dll tiba-tiba harus diakhiri. Belum sempat pemerintah memberikan jawaban, menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro harus beranjak karena mesti menghadiri sidang kabinet.
 
Namun rapat yang mendadak diakhiri itu membuat wartawan senewen. Karena tiba-tiba anggota Komisi VII dari FPDI Effendi Simbolon mengusulkan agar pemerintah tidak memberi komentar apapun usai raker tersebut.
 
"Karena ini kan pertanyaan legislatif ke eksekutif. Dan kita belum dapat jawaban dari pemerintah, jadi sebelum ada jawaban resmi pemerintah tidak boleh ngomong apapun ke wartawan. Hormati hak legislatif," katanya usai raker di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/2/2008).
 
Puluhan wartawanpun langsung mengeluh dan menyoraki forum raker tersebut. Padahal puluhan wartawan cetak dan elektronik baik dari dalam dan luar negeri sudah menunggu sejak pukul 09.00 WIB.
 
"Pak, baca dong UU Pers," kata seorang wartawan media cetak.
 
Ditambah lagi ketika Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menanggapi usulan tersebut.
 
"Karena setelah ini saya ada Sidang Kabinet, jadi mungkin bisa sekalian nanti disana. Karena kan tidak bisa mengelak kalau disana," katanya.
 
Hasilnya, hampir seluruh pejabat pemerintah tutup mulut usai raker.
 
Purnomo yang digiring ketat pengawalnya sepanjang menuju mobil hanya berkomentar saat hendak menutup pintu.
 
"Nanti saja ya," katanya.
 
Dirjen Migas Luluk Sumiarso pun juga bungkam ketika hendak ditanya neraca gas. Ia hanya memberi komando gerakan tangan tanda 'mengunci' di dekat mulutnya.
 
Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono dan Direktur Pelayanan Pelanggan PLN Sungguh Aritonang memilih bertelepon ketika dikerubungi wartawan.
 
"Nanti, nanti ada yang harus saya selesaikan," katanya.
 
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal juga berkelit ketika ditanya wartawan.
 
"Saya mau rapat kabinet," katanya.
 
Kelakuan para pejabat ini sontak membuat wartawan kecewa karena tidak bisa mendapat keterangan mengenai berbagai isu yang menyangkut masyarakat luas. Padahal mereka sudah menunggu sejak pagi hari.
 

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads