"Saat harga komoditas global menanjak dan juga kenaikan harga minyak dunia, kenaikan harga beras hanya 7% dibanding akhir Agustus 2007. Kalau dibandingkan dengan komoditas lain seperti terigu kenaikan mencapai 28%, kedelai 14%, minyak goreng 11%. Artinya peran OSH sangat signifikan," kata Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar saat jumpa pers di gedung Bulog, Jakarta, Senin (18/2/2008).
Keberhasilan ini menurut Mustafa tak lepas dari tingginya stok beras yang dipegang Bulog. Posisi stok mencapai 1,67 juta ton, angka ini naik 5 kali lipat dibanding stok 2006.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mustafa mengatakan, dari rencana pengadaan beras sebanyak 164 ribu ton, realisasinya baru 104,6 ribu ton. Pengadaan beras itu dari dalam negeri sebanyak 23,8 ribu ton dan luar negeri 78,12 ribu ton.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pengadaan gabah dan beras dalam negeri sebanyak 2,4 juta ton pada tahun 2008, Bulog menaikan syarat gabah dan beras yang dapat diserap. Syaratnya yakni kadar air maksimal 15%, butir patah maksimal 20%, derajat sosok 95%, butir kuning 3%, dan kandungan menir 2%.
(arn/ir)











































