Sisihkan Gas NAD untuk PIM

Sisihkan Gas NAD untuk PIM

- detikFinance
Senin, 18 Feb 2008 16:14 WIB
Jakarta - Pemerintah diminta segera memenuhi kebutuhan gas Pabrik Pupuk Iskandar (PIM). Pemerintah seharusnya bisa menggunakan sebagian sisa kelebihan gas provinsi NAD pada 2008-2010 yang mencapai 8 kargo LNG.

"Sebagian saja untuk PIM, tidak semuanya," kata anggota Komisi VII dari FPKS Ami Taher dalam raker dengan Departemen ESDM di gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (18/2/2008).

Saat ini PIM hanya mendapat pasokan LNG sebesar 3 kargo per tahun. Menurut Ami, gas sebanyak itu hanya cukup untuk menggerakan satu unit mesin dari dua unit yang ada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itupun hanya dengan kapasitas 50 persen," katanya.

Sementara Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyatakan dalam paparannya, gas setara 3 kargo LNG per tahun yang diterima PIM diambil dari lapangan Arun yang dioperasikan ExxonMobil berdasarkan Cargo Loading Agreement (CLA).

CLA adalah perjanjian pengalihan kewajiban pengiriman LNG dari lapangan gas ExxonMobil di Aceh ke KKKS Kaltim (Total, Vico dan Chevron).

"CLA akan diperpanjang setiap tahun, sampai lapangan Blok A Aceh yang dioperasikan Medco Malaka berproduksi," katanya.

Dengan begitu, gas ExxonMobil yang seharusnya untuk KKKS di Kaltim dialihkan untuk PIM. Sebagai gantinya, gas untuk KKKS diambil dari gas yang seharusnya untuk Pupuk Kaltim. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads