"Arahan presiden harus siap, tidak usah terburu-buru dilakukan," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (18/2/2008).
Rencananya sistem distribusi tertutup BBM secara bertahap akan diberlakukan di Jawa dan Bali. Minyak tanah akan memakai sistem kartu kendali, sedangkan premium dan solar memakai sistem smart card atau kartu pintar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mei atau Juni belum dipastikan persis, kita juga di dalam sedang mempersiapkan ini," tambah Purnomo.
Menurut Purnomo, SBY memberikan arahan agar terjadi subsidi yang tepat sasaran kepada rakyat yang membutuhkan. Selain itu, SBY menghendaki percepatan konversi minah ke elpiji.
"Ini cara yang baik untuk mengurangi subsidi BBM, masyarakat menggunakan energi bersih dan berhemat," pungkasnya.
Ia menambahkan, Pertamina, BPH Migas, Polri dan para Gubernur se-Jawa menjadi pilar demi suksesnya program distribusi tertutup BBM.
"4 pilar ini penting untuk melakukan sistem distribusi tertutup," tambahnya.
Presiden juga meminta registrasi kembali agen minyak tanah di seluruh Indonesia. Sementara Pertamina diminta menyediakan BBM subsidi dan non subsidi di semua tempat.
"Jadi kalau masyarakat mencari, paling sedikit pasokannya ada walau dengan harga keekonomian," jelasnya.
Para Gubernur se-Jawa yang datang dalam rapat kabinet juga diminta berkoordinasi karena wilayah mereka menjadi tempat pelaksanaan program distribusi tertutup BBM. Sedangkan Polri diminta menangani aspek keamanan dalam pelaksanaan program ini.
"Kalau diberlakukan itu di Jawa dan Bali, terutamanya Jawa. Tapi dengan uji coba dulu," pungkasnya.
(fay/arn)










































