"Stabilitas politik, keamanan dan proses reformasi di bidang ekonomi yang terus berlangsung di Indonesia telah membuka peluang bagi penanaman modal di Indonesia," kata Duta Besar RI untuk AS, Sudjadnan Parnohadiningrat.
Hal itu diungkapkan Sudjadnan saat berbicara dalam corporate conference yang digelar Asia Society Texas Centre bekerjasama dengan KBRI Washington DC, KJRI Houston, dan KJRI Chicago di Hotel Intercontinental, Houston, Texas pada 15 Februari 2008 seperti detikFinance kutip dari situs Departemen Luar Negeri, Selasa (19/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudjadnan mengemukakan bahwa adanya berbagai perubahan di Indonesia telah memberikan situasi yang kondusif bagi iklim ekonomi dan investasi.
ia menambahkan, desentralisasi kekuasaan dimanifestasikan dalam peningkatan penyelenggaraan pemilihan umum di tingkat daerah yang berlangsung secara demokratis dan transparan. Stabilitas politik terealisasi di daerah-daerah yang sebelumnya menjadi ajang konflik, khususnya di Aceh, Maluku, dan Poso.
"Pada gilirannya, keamanan yang makin membaik ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara signifikan," ujar Sudjadnan.
Acara ini dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia di New York, Lucky Fathul Azis Hadibrata, Deputi Kepala BKPM Luky Eko, dan Kepala BP Migas Kardaya Warnika. Dengan pembicara utama yaitu Kepala BKPM M. Lutfi yang membawakan presentasi mengenai Promosi Investasi di Indonesia.
Menurut panitia penyelenggara Asia Society Texas Center, Executive Director Martha Blackwelder, penyelenggaraan Corporate Conference mengenai Indonesia dilandasi oleh pemikiran mengenai perlunya masyarakat luas di AS memahami mengenai Indonesia, sementara telah banyak produk komoditi Indonesia seperti coklat dan kopi telah memenuhi pasar AS.
Posisi Indonesia sebagai produsen minyak sangat strategis sebagai sasaran investasi pengusaha AS. Sehingga Indonesia menjadi negara yang dinilai memiliki potensi yang sangat menjanjikan.
(arn/arn)










































