"Di Batam ada 42 pelabuhan tikus yang merepotkan kita," ujar Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/2/2008).
Anwar pun mengkhawatirkan penurunan penerimaan bea masuk begitu kawasan Batam Bintan dan Karimu ditetapkan sebagai kawasan free trade zone.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal lain yang menjadi bahan pertimbangan adalah penurunan kecenderungan penurunan tarif bea masuk. Sejak 2005 tarif bea masuk mengalami penurunan mulai dari 10,38 persen menjadi 8,80 ppersen pada 2010.
Meskipun demikian Bea Cukai akan melakukan peningkatkan kepatuhan terhadap peraturan atau market forces, peningkatan registrasi importir karena banyak importir yang alamatnya tidak jelas.
"Alamatnya ada yang di kuburan, kita cek ulang," ujarnya.
Bagi importir atau eksportir yang bagus akan diberi fasilitas apakah itu jalur hijau atau jalur mitra utama atau fasilitas lainnya. (ddn/ir)











































