Penjualan Mobil Matic Tak Terganggu Kasus Kecelakaan

- detikFinance
Rabu, 20 Feb 2008 12:13 WIB
Jakarta - Departemen Perindustrian dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) meyakini penjualan mobil matic akan terus melaju melebihi mobil manual, meskipun sering terjadi kecelakaan mobil matic.

"Saya melihat kasus kecelakaan dengan mobil matic bukan karena kesalahan di mesin, produknya sudah sesuai standar. Pengemudi harus memahami kalau memarkir dengan persneling posisi P (parkir) mobil itu pasti tidak akan bisa bergerak. Kalau posisi N (netral) tidak akan mungkin bisa berjalan. Kalau dalam posisi R (retreat) itu mundur, D (drive) untuk mengemudi," ungkap Dirjen Industri Alat Angkut dan Telematika (IATT) Depperin, Budhi Dharmadi kepada detikFinance, Jakarta, Rabu (20/2/2008).

Menurut Budhi, para produsen mobil sudah cukup memberi penjelasan kepada pembelinya, sehingga bila terjadi kecelakaan lebih ke faktor human error.

"Saya melihat hal ini tidak akan mempengaruhi penjualan mobil matic, permintaannya terus naik," ungkap Budhi.

Sementara Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo meyakini dengan membaiknya perekonomian akan semakin menaikan permintaan mobil matic.

"Mobil matic itu tuntutan zaman. Tapi bila penjualan turun itu bukan karena banyak kasus kecelakaan mobil matic, tapi lebih ke faktor ekonomi yang sedang turun. Misalnya karena kenaikan harga BBM," ujar Bambang.

"Mobil matic yang beredar di Indonesia sudah sesuai standar, sudah cukup pengamanannya," tambah Bambang.

Sejumlah kecelakaan yang menimpa jenis mobil matic yakni mobil Honda Accord matic terjun dari lantai 8 menara Jamsostek, Toyota Altis matic terjun dari parkiran kantor walikota Jakarta Selatan, dan dua kali kejadian di ITC Permata Hijau yakni Honda jazz matic terjun dari parkiran dan Honda Accord matic menjebol tembok di kawasan pertokoan tersebut.
(arn/ir)