Awas! Listrik Terancam Padam Besok

Awas! Listrik Terancam Padam Besok

- detikFinance
Rabu, 20 Feb 2008 12:42 WIB
Jakarta - PLN mengumumkan sistem kelistrikan di Jawa Bali terancam terjadi pemadaman mulai besok Kamis (21/2/2008). Akibat lima pembangkit besar di pulau Jawa terganggu operasinya, setelah kesulitan mendapatkan pasokan bahan bakar.

Gelombang tinggi yang menerjang sepanjang pantai utara jawa (pantura) dalam beberapa hari ini telah menghambat datangnya pasokan BBM maupun batubara. Sehingga defisit listrik mencapai lebih dari 1.000 megawatt (MW) tak terhindarkan.

"Kami menghimbau agar masyarakat dapat mengurangi pemakaian listriknya 10 persen-20 persen, kecuali industri yang listriknya untuk kegiatan produksi," kata General Manager Pusat Pengatur dan Penyalur Beban (P3B) Jawa-Bali PT PLN (Persero) Mulyo Adji melalui pesan singkat yang diterima detikFinance, Rabu (20/2/2008).

PLN juga meminta pelanggan yang memiliki genset untuk mengoperasikannya mulai besok agar defisit pasokan listrik bisa berkurang.
Mulyo menjelaskan, hingga pagi ini cuaca di Laut Jawa belum membaik dengan kecepatan angin sekitar 35 km/jam dengan tinggi gelombang 2,5 hingga 3 meter. Jika kondisi tak kunjung membaik, maka beberapa pembangkit terpaksa berhenti beroperasi. Pembangkit itu adalah:

  1. PLTU Tanjung Jati bisa berhenti operasi pada Jumat 22 Februari 2008. Sedangkan kondisi saat ini hanya satu unit yang beroperasi dengan beban minimal 250 MW.
  2. PLTU Cilacap terancam berhenti operasi pada Kamis 21 Februari 2008. Tadi malam unit 1 sudah berhenti operasi, dan unit 2 hanya beroperasi dengan beban minimal 160 MW.
  3. PLTGU/PLTU Muarakarang, BBM jenis HSD sudah habis, yang jenis MFO pun diperkirakan akan habis Kamis. Saat ini hanya beroperasi 475 MW.
  4. PLTGU Muara Tawar, HSD mulai terbatas. Bahkan mulai hari ini 3 unit sudah tidak bisa operasi lagi.

Sementara itu, pasokan batubara untuk PLTU Paiton PJB mulai berdatangan. Tongkang batubara datang 6.000 ton pada hari ini (20 Februari), 16.000 ton direncanakan datang pada 21 Februari, 16.000 ton direncanakan pada 22 Februari.

"Bila batubara dapat unloading maka Paiton PJB tetap dapat operasi," jelasnya.

Sementara untuk PLTU Suralaya, PLTU Paiton milik PT Jawa Power dan milik PT Paiton Energy Company, cadangan masih diatas 20 hari.

"Kondisi darurat yang akan dihadapi bila cuaca tidak membaik," jelasnya.

Β  (lih/arn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads