Demikian disampaikan Wakil Dirut Pertamina yang juga tim negosiasi Iin Arifin Takhyan disela-sela raker lanjutan dengan Komisi VII di gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (20/2/2008).
"Mereka punya angka, kita juga punya angka. Sudah sampai batasnya. Nggak ketemu," katanya.
Menurut Iin, jika tim sudah mencapai batasan harga yang ditetapkan namun tidak mencapai kesepakatan, maka dikembalikan ke BP Migas.
"Kalau sudah sampai batasnya, ya dikembalikan ke BP Migas. BP Migas nanti yang ambil keputusan," katanya.
Sementara Deputi Bidang Finansial dan Keuangan BP Migas Eddy Purwanto mengaku pihaknya belum mengetahui hal tersebut.
"Belum, belum ada yang seperti itu," katanya.
Seperti diketahui, ekspor LNG ke Jepang akan berakhir sekitar 2011-2012. Pemerintah berniat mengalihkan sebagian LNG untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Sementara negosiasi harga gas Senoro tidak mencapai kesepakatan mengenai harga. Gas dari Blok Senoro ini akan dialirkan ke kilang yang dikelola Pertamina-Medco-Mitsubishi. Dan hasil kilang itu akan diekspor ke Jepang.
(lih/qom)










































