Hal ini disebabkan untuk bisa memenuhi katagori tersebut harus dilihat satu per satu variabel yang mendukung deindustrialisasi.
Demikian disampaikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris di acara seminar peran industri di masa yang akan datang dalam perekonomian Indonesia dan fenomena de-industrialisasi, di Hotel Borobudur, Rabu (20/2/2008).
"Depperin menyimpulkan bahwa tidak ada deindustrialisasi," tegas Fahmi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
tenaga kerja dan lain-lain. Tetapi katanya faktor-faktor itu harus dilihat satu per satu.
Ia mencontohkan dalam hal turunnya kinerja ekspor produk tertentu karena
disebabkan oleh pindah atau tutupnya suatu pabrik, maka hal ini harus dilihat
alasannya.
"Selama ini kan mereka tutup atau pindah karena merugi, kaitannya adalah soal manajemen. Kalau soal manajemen itu bisa masalah siapa saja," tuturnya.
Untuk itu ia menilai bahwa langkah kebijakan pemerintah dan infrastruktur menjadi
hal yang penting dalam mendukung perkembangan industri dalam negeri.
"Sektor industri itu sektor yang tidak bisa berdiri sendiri sangat dipengaruhi oleh
sektor-sektor yang mendukungnya, kalau sektor-sektor itu tumbuh maka industri pun
akan tumbuh," katanya.
"Ada faktor yang seharusnya kita perbaiki, tetapi tidak dilakukan maka investor pergi," imbuh Fahmi.
Fahmi juga optimistis minat investor untuk menanamkan modalnya ke Indonesia masih besar, karena Indonesia masih punya daya pikat dimata investor .
(hen/arn)











































