Hal tersebut ditegaskan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/2/2008).
"Bea keluar tambah karena harga, khususnya CPO, kan tinggi sekarang. Sekarang kan US$ 1.100 per ton. Jadi kalau kita gak ngapa-ngapain saja sudah dapat banyak duitnya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam RAPBN Perubahan 2008, target bea keluar atau pungutan ekspor dinaikkan Rp 6 triliun dari Rp 4,065 triliun menjadi Rp 10,811 triliun
Menurut Anggito jika ada peningkatan ekspor sebesar 5 persen maka bisa menyumbang setoran bea keluar sebesar Rp 5-6 triliun dalam setahun.
(ddn/ir)










































